23 Juni 2010

LUPUS ERYTHMATOSUS




Mengenal Penyakit Lupus

-          Penyakit yang dalam bahasa kedokteran dikenal dengan sebagai Systemic Lupus Erythematosus (SLE).
-          Lupus dikatakan great imitator alias peniru ulung, atau juga disebut sebagai penyakit seribu wajah karena menyerupai penyakit lain (mimikri).
-          Menyerang seluruh organ tubuh.
-          Penyakit radang yang menyerang banyak sistem dalam tubuh. Dalam perjalanannya, penyakit ini bisa akut / kronis, dan disertai dengan adanya antibodi yang menyerang tubuhnya sendiri.
-          Dikenal sebagai penyakit autoimun, karena dalam tubuh seseorang terdapat antibodi yang berfungsi menyerang sumber penyakit yang masuk dalam tubuh, tetapi antibodi yang terbentuk dalam tubuh muncul berlebihan sehingga antibodi justru menyerang sel-sel jaringan organ tubuh yang sehat.

Antibodi yang berlebihan ini, bisa masuk ke seluruh jaringan dengan dua cara yaitu:
1.      Antibodi ini bias langsung menyerang jaringan sel tubuh, seperti pada sel-sel darah merah yang menyebabkan selnya akan hancur. Inilah yang mengakibatkan penderitanya kekurangan sel darah merah (anemia).
2.      Antibodi bisa bergabung dengan antigen (zat perangsang pembentukan antibodi), membentuk ikatan yang disebut kompleks imun.Gabungan antibodi dan antigen mengalir bersama darah, sampai tersangkut di pembuluh darah kapiler akan menimbulkan peradangan.


Dalam keadaan normal, kompleks ini akan dibatasi oleh sel-sel radang (fagosit) Tetapi, dalam keadaan abnormal, kompleks ini tidak dapat dibatasi dengan baik. Malah sel-sel radang tadi bertambah banyak sambil mengeluarkan enzim, yang menimbulkan peradangan di sekitar kompleks. Hasilnya, proses peradangan akan berkepanjangan dan akan merusak organ tubuh dan mengganggu fungsinya. Selanjutnya, hal ini akan terlihat sebagai gejala penyakit. Kalau hal ini terjadi, maka dalam jangka panjang fungsi organ tubuh akan terganggu.

APA PENYEBAB LUPUS?


Faktor penyebab dan mekanisme terjadinya masih belum diketahui dengan jelas. Namun, penyakit ini bukan penyakit menular. Diduga, keterlibatan genetik, system kekebalan humoral, dan lingkunganlah yang sebagai faktor penyebab penyakit lupus. Faktor genetik yang abnormal menyebabkan seseorang menjadi rentan menderita lupus, sedangkan lingkungan berperan sebagai faktor pemicu bagi seseorang yang sebelumnya sudah memiliki gen abnormal. 

Penyakit ini banyak diderita oleh ras tertentu seperti ras tertentu, seperti ras kulit hitam, Cina, dan Filipina, terutama oleh wanita. Puncaknya saat berusia 15-40 tahun (selama masa reproduktif). Perbandingan penderita wanita dengan laki-laki adalah 5 : 1. Penyakit ini sering ditemukan pada beberapa orang dalam satu keluarga.

Menurut daftar pustaka, di Amerika Serikat ditemukan 14,6 sampai 50,8 per 100.000. Di Indonesia dapat dijumpai sekitar 50.000 penderitanya.

BAGAIMANA MENGENALI LUPUS?

Pengenalan dini sangat sulit karena lupus baru menyerang seseorang yang berusia 14 – 50 tahun. Selain itu, tidak ada gejala yang khusus pada orang-orang yang terkena lupus (penyakit lupus baru diketahui dengan pasti sesuai dengan organ tubuh yang terkena dan dari hasil pemeriksaan laboratorium penunjang).

GEJALA APA YANG BISA TERJADI?

Berdasarkan kriteria American College of Rheumatology (ACR) 1982, diagnosis lupus dapat ditegakkan secara pasti jika dijumpai 4 kriteria atau lebih dari 11 kriteria, yaitu:

1.      Bercak-bercak merah pada hidung dan kedua pipi yang memberi gambaran seperti kupu-kupu (butterfly rash)
2.      Kulit sangat sensitif terhadap sinar matahari (photohypersensitivity).
3.      Luka di langit-langit mulut yang tidak nyeri.
4.      Radang sendi ditandai adanya pembengkakan serta nyeri tekan sendi. 
5.      Kelainan paru.
6.      Kelainan jantung.
7.      Kelainan ginjal.
8.      Kejang tanpa adanya pengaruh obat atau kelainan metabolik. 
9.      Kelainan darah (berkurangnya jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah). 
10.  Kelainan sistem kekebalan (sel LE positif atau titer anti-ds-DNA abnormal atau antibodi anti SM positif atau uji serologis positif palsu sifilis) 
11.  antibodi antinuklear (ANA) positif. 

Kelainan yang paling sering adalah kelainan sendi dan kelainan kulit. Sendi yang sering terkena adalah sendi jari-jari tangan, sendi lutut, sendi pergelangan tangan dan sendi pergelangan kaki. Kelainan kulit berupa butterfly rash dianggap khas dan banyak menolong dalam mengarahkan diagnosis lupus.

Gejala klinis dan perjalanan penyakit lupus sangat bervariasi. Penyakit dapat timbul mendadak disertai tanda-tanda terkenanya berbagai sistem dalam tubuh. Penyakit dapat juga menahun dengan gejala pada satu sistem yang lambat laun diikuti oleh terkenanya sistem yang lain. Pada tipe menahun terdapat masa bebas gejala dan masa kambuh kembali. Masa bebas gejala dapat berlangsung bertahun-tahun. Munculnya penyakit dapat spontan atau didahului faktor pemicu. Setiap serangan biasanya disertai gejala umum, seperti demam, badan lemah, nafsu makan berkurang dan berat badan menurun. 

Diagnosis lupus seringkali sulit ditegakkan karena gejala klinis penyakitnya sangat beraneka ragam. Untuk menegakkan diagnosis lupus umumnya harus dilakukan melalui dua tahapan. Pertama, menyingkirkan kemungkinan diagnosis penyakit lain. Kedua, mencari tanda dan gejala penyakit yang memiliki nilai diagnosis tinggi untuk lupus. 


BAGIAN ORGAN TUBUH MANA SAJAKAH YANG DISERANG LUPUS?

-            Ginjal 
-            Jantung
-            Hati
-            Paru-paru
-            Darah
-            Saraf
-            Mata
-            Sendi
-            Kulit



BAGAIMANA LUPUS DIDIAGNOSIS ?

Satu hal yang perlu dikenali adalah sifat penyakit lupus yang dapat menyerupai penyakit lain, sehingga seringkali pasien datang pada dokter umum atau ahli yang beragam.

Umumnya, diagnosis ditemukan setelah dokter secara bertahap mempelajari riwayat kesehatan pasien dan menggabungkan berbagai keluhan itu. Setelah itu, menganalisis dari hasil pemeriksaan yang berhubungan dengan status kekebalannya. Sampai saat ini, belum ada pemeriksaan tunggal yang bisa digunakan untuk menentukan seseorang menderita lupus atau tidak.

APAKAH JENIS-JENIS LUPUS ITU?
1.      Lupus Eritematosus Sistemik (LES), dapat menimbulkan komplikasi seperti lupus otak, lupus paru-paru, lupus pembuluh darah jari-Jari tangan atau kaki, lupus kulit, lupus ginjal, lupus jantung, lupus darah, lupus otot, lupus retina, lupus sendi, dan lain-lain.
2.      Lupus Diskoid, lupus kulit dengan manifestasi beberapa jenis kelainan kulit. Termasuk paling banyak menyerang.
3.      Lupus Obat, yang timbul akibat efek samping obat dan akan sembuh sendiri dengan memberhentikan obat terkait. Umumnya berkaitan dengan pemakaian obat hydralazine (obat hipertensi) dan procainamide (untuk mengobati detak jantung yang tidak teratur).

BAGAIMANA LUPUS DIOBATI?
-          Pengobatan lupus tergantung dari:
-          Tipe Lupus
-          Berat ringannya Lupus
-          Organ tubuh yang terkena
-          Komplikasi yang ada

Sampai sekarang, lupus memang belum dapat disembuhkan secara sempurna. Meskipun demikian, pengobatan yang tepat dapat menekan gejala klinis dan komplikasi yang mungkin terjadi. Program pengobatan yang tepat bersifat sangat individual tergantung gambaran klinis dan perjalanan penyakitnya. Pada umumnya, penderita lupus yang tidak mengancam nyawa dan tidak berhubungan dengan kerusakan organ vital dapat diterapi secara konservatif. 

Bila penyakit ini mengancam nyawa dan mengenai organ-organ vital, maka dipertimbangkan pemberian terapi agresif. Terapi konservatif maupun agresif sama-sama menggunakan terapi obat yang digunakan secara tunggal ataupun kombinasi. Terapi konservatif biasanya menggunakan anti-inflamasi non-steroid (indometasin, asetaminofen, ibuprofen), salisilat, kortikosteroid (prednison, prednisolon) dosis rendah, dan antimalaria (klorokuin). Terapi agresif menggunakan kortikosteroid dosis tinggi dan imunosupresif (azatioprin, siklofoshamid). 

Selain itu, penderita lupus perlu diingatkan untuk selalu menggunakan krim pelindung sinar matahari, baju lengan panjang, topi atau payung bila akan bekerja di bawah sinar matahari karena penderita sangat sensitif terhadap sinar matahari. Infeksi juga lebih mudah terjadi pada penderita lupus, sehingga penderita dianjurkan mendapat terapi pencegahan dengan antibiotika bila akan menjalani operasi gigi, saluran kencing, atau tindakan bedan lainnya. Salah satu bagian dari pengobatan lupus yang tidak boleh terlupakan adalah memberikan penjelasan kepada penderita mengenai penyakit yang dideritanya, sehingga penderita dapat bersikap positif terhadap terapi yang akan dijalaninya. Saat ini di beberapa negara telah tersedia penjelasan mengenai penyakit lupus dalam bentuk brosur, bahkan telah berdiri perkumpulan penderita lupus. 

Sebelum tahun 1950, penyakit lupus merupakan penyakit yang fatal. Namun saat ini, dengan pemakaian kortikosteroid yang tepat serta adanya kombinasi dengan obat lain dapat memberikan hasil yang baik. Kematian paling sering disebabkan komplikasi gagal ginjal, kerusakan jaringan otak, dan infeksi sekunder.

Namun, dilaporkan ada beberapa obat untuk lupus yang dibahas di Kongres Internasional Lupus di New York. Salah satu obat baru adalah LymphoStat-B, bekerja menghambat protein yang menstimulasi limfosit B (BLyS= B lymphocyte stimulator). Limfosit B adalah sel yang berkembang menjadi sel plasma yang memproduksi antibodi, odi yang salah arah pada pasien lupus.


LymphoStat-B termasuk obat golongan antibodi monoklonal, yang mengenal secara khusus aktivitas biologis protein BLyS yang menstimulasi limfosit B , kemudian menghambat aktivitas protein tersebut sehingga limfosit B tidak bisa berkembang menjadi sel plasma yang memproduksi antibodi. Berkurangnya produksi antibodi menyebabkan aktivitas penyakit lupus mudah dikontrol.

Obat ini telah mendapat persetujuan FDA (Badan POM-nya Amerika), melalui jalur cepat, karena dianggap amat potensial sebagai obat penyakit SLE. Uji klinik telah membuktikan manfaat dan keamanan obat ini untuk mengobati penyakit lupus. Aktivitas penyakit lupus menurun. Obat tersebut juga memulihkan aktivitas auto imun kembali ke normal. Pada uji klinik tersebut juga dijumpai pengurangan jumlah limfosit B sebesar 12 persen-40 persen serta pengurangan kadar anti-dsDNA (double-stranded DNA); anti-dsDNA adalah salah satu kriteria penting untuk penyakit lupus.

Obat lain yang serupa LymphoStat B yang dilaporkan hasil uji kliniknya adalah rituximab (antilimfosit B) dan infliximab, yang mempunyai aktivitas anti-TNF (Tumor Necrosing Factor).

Peneliti lain melaporkan dehydroepiandrosterone (DHEA) dapat mengurangi keperluan dosis prednisone untuk pasien lupus. Khusus untuk pasien lupus dengan gangguan di ginjal (lupus nefritis), setelah mendapat obat siklofosfamid, sekarang ada 2 pilihan untuk obat pemeliharaan (maintenance), yaitu azatioprin atau mycophenolate mofetil yang ternyata hasilnya lebih baik dibandingkan dengan siklofosfamid. Masih dalam penelitian awal adalah pengobatan lupus dengan cangkok sumsum tulang, yang hasilnya cukup memberi harapan. Dapat disimpulkan, sekarang ini makin banyak pilihan pengobatan untuk penyakit lupus yang memberikan harapan baru, walaupun belum dapat memberikan kesembuhan total.

DAPATKAH WANITA PENDERITA LUPUS HAMIL?


Dahulu penderita lupus tidak dianjurkan untuk hamil, bahkan penderita lupus yang hamil dianjurkan untuk aborsi. Saat ini, ilmu pengetahuan sudah jauh berkembang dan banyak bukti bahwa ibu dengan lupus (meskipun cukup sulit) dapat hamil dalam pengawasan dokter.

Kesuburan ibu dengan lupus pada umumnya dapat normal. Pada penderita yang ringan dan sedang umumnya dapat hamil beberapa tahun setelah menikah. Pada lupus yang berat, kesuburan menurun karena obat-obat yang dipakai untuk mengatasi gejala lupus dapat mengurangi kesuburan bahkan menghentikan haid. Saat ini banyak bukti yang menunjukkan pasien lupus dapat hamil dengan aman. Tidak benar bahwa penyakitnya akan menjadi lebih berat bila ibu hamil. Ibu dengan lupus dianjurkan hamil pada keadaan "sehat", yakni saat lupusnya lama tidak kambuh.

Dalam kehamilan sering terjadi kelainan kulit sehingga kambuhnya lupus dapat tidak diketahui, namun pada umumnya tetap dapat diobati dengan obat yang terseleksi. Lebih baik apabila ibu dengan lupus tidak mendapat obat-obatan selama hamil, namun belum ada laporan bahwa obat-obat untuk lupus (kecuali cyclophosphamide atau golongan kortikosteroid selain prednison) menyebabkan cacat janin meskipun jumlah kasus belum banyak.

Risiko terhadap bayi: sekira 25% kehamilan pada ibu lupus akan berakhir dengan keguguran (pada ibu normal tanpa lupus keguguran sekira 8 - 10%), 25 - 50% dapat hamil cukup bulan, dan sekira 25 - 50% melahirkan pada usia kurang bulan. Sekira 3% bayi yang dilahirkan dapat mengalami neonatal lupus berupa kelainan pada kulit dan kelainan irama jantung. Tidak didapatkan peningkatan angka kejadian cacat fisik lainnya atau cacat mental pada bayi yang dilahirkan oleh ibu dengan penyakit lupus. Demikian juga perkembangan bayi dengan nenonatal lupus pada umumnya normal.

Risiko pada ibu meningkat dalam hal terjadinya preeklamsi/eklamsi (kenaikan tekanan darah yang terjadi dalam kehamilan, dapat disertai kejang), turunnya trombosit dan terdapatnya protein dalam air kemih.

Oleh karena itu, selama kehamilan harus terjalin hubungan baik antara ibu, spesialis kandungan, dan spesialis penyakit dalam untuk penanganan bersama. Kunjungan pada dokter harus lebih sering agar gejala yang timbul segera diketahui dan segera diantisipasi. Risiko persalinan dengan operasi caesar meningkat.

Hubungi dokter spesialis terdekat untuk konseling pranikah.

BAGAIMANA SEHAT BERSAMA LUPUS?


-          Kontrol berkala ke dokter.
-          Minum obat yang diberikan oleh dokter dengan teratur.
-          Membiasakan gaya hidup sehat yaitu memperhatikan keadaan fisik dan psikis (berpikiran sehat, jiwa sehat, tubuh sehat, selalu berpikir positif, mengelola stress, dan nutrisi yang seimbang).
-          Olahraga dan istirahat yang cukup.
-          Mencegah kelelahan yang berlebihan.
-          Menghindari rokok dan sinar matahari
-          Menghindari situasi atau keadaan yang membuat stress

Selain itu, dukungan psikososial dari lingkungan dan edukasi yang bersifat positif dan realistis juga merupakan salah satu kunci sukses pengobatan.


dari http://www.balita-anda.com/kesehatan-umum/720-mengenal-penyakit-lupus.html

15 Juni 2010

Dapatkah Kita Meningkatkan Kualitas Dari NLP Atau Jangan-jangan Sudah Terlambat?

Oleh : Michael Hall

Penterjemah : Tim NLP Into Action
Proof-Read : Tim NLP Into Action
Permasalahan

Baru-baru ini saya bertanya kepada sejumlah trainer NLP di Hong Kong, Mesir, Tokyo, Malaysia, dan Australia, “Apakah tantangan terbesar yang Anda hadapi dalam praktek NLP dan bisnis Anda?” Dan jawabannya tidak hanya serupa dan mengejutkan, tetapi ini juga menyoroti tema umum yang tampaknya telah bergema di seantero dunia bagi orang-orang yang peduli tentang masa depan dari bidang ini, “Rendahnya mutu pelatihan dan praktek NLP.”
Saya kemudian bertanya tentang pembuktiannya. “Apa buktinya bahwa ada masalah mengenai rendahnya kualitas dari pengetahuan dan keterampilan dari NLP?”. Dan itu mencuatkan berbagai masalah. Yang paling sering dikatakan para trainer adalah mengenai orang-orang yang bersertifikat sebagai praktisi yang tidak pernah belajar Meta-Model sebagai sebuah model komunikasi (model pertama di bidang ini), tidak terlatih dalam hal strategi atau pemodelan (ini jantungnya NLP), dan yang menggabungkan berbagai praktek “New Age” yang mungkin menyenangkan, tapi sayangnya tidak ada hubungannya dengan NLP dan faktanya, ini membingungkan mereka tentang apa sebenarnya NLP itu.
Hasil diskusi saya dengan para trainer dan para pemimpin juga menunjukkan bahwa rendahnya kualitas NLP muncul ketika orang belajar NLP dari kursus korespondensi atau pembelajaran jarak jauh dan tidak ada tindak lanjut dari pengawasan pribadi yang mendalam yang menilai apakah seseorang memiliki kompetensi keterampilan dasar seperti state elicitation, anchoring, kalibrasi, pacing, precision questioning, strategy elicitation, mendeteksi meta-program seseorang, dll. Hal ini tampaknya akan menjadi masalah yang berkembang terus dalam bidang yang secara alamiah mensyaratkan pengalaman.
Rendahnya mutu NLP juga muncul melalui wujud-wujud lain. Itu muncul dalam bentuk : kurangnya kongruensi (kesesuaian) dalam diri para trainer yang mengajar dengan pendekatan “kelangkaan” dan “kompetisi” daripada “kelimpahan” dan “kerjasama”, merendahkan siapapun yang bukan bagian dari kubu/pihak mereka , yang “menjual” diri mereka sebagai satu-satunya NLP “asli”, serta mereka yang tidak menjalankan NLP dalam cara yang benar. Ini terlihat pada orang yang menjual NLP dan orang yang “di luar jangkauan” dalam pengembangan baru NLP selama lima belas tahun terakhir, dan pada orang yang tidak menyebutkan dari sumber mana ia mendapatkan pengetahuan tersebut . Dalam hal ini dan dalam banyak hal lain, kualitas pelatihan NLP tampaknya menderita hal ini di setiap tempat di dunia.
Tanpa suatu badan internasional yang diakui umum dalam melakukan pengaturan dan juga tanpa adanya penetapan sebuah standar internasional, NLP yang telah mengalami perpecahan selama tiga dekade terakhir dan tampaknya akan mengalami peningkatan lagi daripada penurunan dalam hal perpecahan.
Solusi
Jadi apa yang harus kita lakukan? Apa yang dapat kita lakukan sebagai praktisi NLP, trainer dan pemimpin yang peduli tentang kualitas NLP?
Pertama-tama dan yang terutama, kita sendiri dapat berlatih dan menunjukkan kualitas NLP yang lebih tinggi dalam pelatihan dan hidup kita.
Ini adalah hal pertama dan yang paling kritis. Cara terbaik untuk membuat semua NLP kualitas rendah menjadi kentara adalah mengkontraskannya dengan NLP berkualitas tinggi. Apa artinya ini? Itu berarti, di luar semua promosi dan klaim yang berlebihan, adalah benar-benar mengetahui berbagai model dan pattern serta memiliki keterampilan yang cukup dalam penggunaannya secara efektif. Ada dua hal yang diperlukan untuk NLP yang berkualitas : Pertama, pengetahuan yang luas dan menyeluruh mengenai bidang ini dan Kedua, kompetensi agar mampu mewujudkannya dalam sejumlah keterampilan.
Untuk bagian pengetahuan, ini berarti bahwa para trainer dan pemimpin harus terus belajar, membaca, meneliti, dan mengambil pelatihan tambahan. Ini harusnya mengingatkan kita akan suatu kontradiksi bahwa seorang trainer NLP yang tidak lagi belajar dan berkembang. Dan itu berarti tetap meng“update” pengetahuan, menghadiri Konferensi, membaca jurnal, mengikuti buku-buku yang diterbitkan dalam bidang ini. Untuk tidak melakukannya sesuatu yang menyiratkan adanya kesombongan tentang “tahu semuanya” yang bertentangan dengan semangat sejati dari NLP.
Dalam hal pengetahuan mengenai bidang ini, trainer harus tahu dari mana NLP berasal. Mereka harus tahu bahwa itu muncul pada awal tahun 1970 dari dua gerakan, gerakan Psikologi Kognitif dan gerakan Potensi Manusia. Model NLP awal muncul dari George Miller dan rekan-rekannya saat mereka meluncurkan gerakan Psikologi Kognitif, tahun 1956. Ini termasuk Noam Chomsky, Karl Pribram, dll. Dari sini muncul model bahasa NLP, yaitu Meta-Model sebagai versi Transformational Grammar, terima kasih kepada John Grinder. Dari sini dikembangkanlah model Strategi dari model TOTE-nya Miller.
NLP berkembang juga dari Gerakan Potensi Manusia (Human Potential Movement - HPM) Abraham Maslow dan Carl Rogers - sebagaimana halnya Bateson, Fritz Perls dan Virginia Satir bekerja bersama di Esalen pada tahun 1960 sebagai pelopor kunci dari HPM. Mereka mengambil ide-ide revolusioner dari Maslow dan Rogers - ide-ide yang hari ini kita sebut “Presupposition NLP”1. Dengan tidak mengetahui sejarah dan akarnya adalah sama seperti tidak tahu kita ini mengenai apa dan akan mengacaukan inti dan fokus dari NLP. Jika kita tidak tahu sejarah kita, kita ditakdirkan untuk mengulangi kesalahan yang terburuk.
Pergeseran paradigma yang Maslow buat dari “sisi gelap sifat manusia” yang sakit, tidak sehat, terdistorsi, dan terluka ke sisi “terang sifat manusia” - sisi yang sehat, utuh, dan mencari yang tertinggi dan terbaik - pergeseran paradigma tersebut terletak jantung dari HPM dan juga NLP. Teori NLP yang terus tidak diperhitungkan dan diejek oleh Bandler dan Grinder sebenarnya adalah dasar teoritis dari kedua Kognitif Psikologi dan Self-Actualization Psikologi. Itulah keunikan NLP.
Sementara trainer dan praktisi NLP mengembangkan pemahaman yang menyeluruh dan komprehensif lebih dari apa yang kita miliki, tugas berikutnya adalah belajar untuk mengembangkan keterampilan yang jatuh keluar dari model ini. Mengetahui tanpa melakukan adalah sebuah bentuk dari ketidakmampuan. Mengetahui dapat menipu. Itu dapat menipu seseorang ke dalam asumsi keterampilan yang tidak ia memiliki. Sebagai pengujiannya, tentu saja, adalah kenyataan yang sebenarnya. Dapatkah Anda melakukan apa yang Anda tahu? Dalam hal ini, kita harus menutup celah “knowing-doing” dengan kompetensi dan keterampilan yang benar. Dan penelitian hari ini telah menunjukan secara gamblang bahwa sebuah kompetensi yang nyata adalah sebuah proses yang memakan waktu sepuluh tahun.2
Banyak yang menyebut dirinya sebagai NLP Trainer dan para praktisi benci akan hal ini. Mereka ingin segalanya mudah dan cepat. Tapi semuanya tidak mudah dan cepat. Dengan keterampilan yang telah dikembangkan sampai pada tingkat ahli, memerlukan disiplin dan Ericsson Anders menyebutnya sebagai “praktek yang disengaja.”
Kedua, untuk meningkatkan kualitas NLP di seluruh dunia kita perlu bersama-sama mempraktekkan apa yang kita ajarkan.
Jika kita percaya pada kelimpahan, kita harus berhenti mempraktekkan kelangkaan. Jika kita percaya pada kerjasama, kita harus berhenti mempraktekkan kompetisi. Jika kita percaya pada niat baik di balik tindakan, kita harus berhenti “memotong” orang lain dan mengkritik mereka. Ini adalah beberapa “virus pikiran” yang perlu kita tujukan kepada semua orang. Dan virus-virus ini telah membuat begitu banyak ketidakkongruenan dalam NLP sehingga tidaklah mengherankan orang-orang mempertanyakan motif dan kompetensi kita.
Selama mencari uang adalah motif pertama dan terbesar, dan kadang satu-satunya motif, dari para trainer dan pemimpin – maka NLP hanya akan dipandang sebagai sebuah usaha manipulatif. Kita harus meningkatkan motivasi dan tujuan di atas sekedar menghasilkan uang. Dan kita harus membawa keluar ego kita dari tujuan membanggakan diri. Ada terlalu banyak usaha dalam penciptaan seorang “guru-kingdom” atau sekte dalam NLP, membangun pengikut yang mengikuti mereka, bukannya membebaskan orang-orang untuk menemukan dan mengaktualisasikan potensi tertinggi mereka.
Sebagai anak dari Gerakan Potensi Manusia, NLP adalah bagian dari “psikologi humanistik” dan oleh karena itu kita harus bangga bahwa inilah warisan kita - dalam meningkatkan kesadaran dan ketrampilan dari setiap manusia di mana pun mereka berada sehingga mereka dapat mencapai nilai-nilai tertinggi dan visi dan mengaktualisasikan keterampilan terbaik mereka. Kecuali bila kita melakukan ini, kita tidak dapat melepaskan diri dari masalah-masalah persaingan saat ini dan konflik.
Ketiga, kualitas dan pengalaman praktek NLP memerlukan pelatihan yang dapat membangun dan mengukur kompetensi yang benar.
Masalah yang tampaknya menghinggapi NLP adalah ide kecepatan. Ada ide yang mengatakan bahwa kita dapat melakukan banyak hal dengan cepat. Dan sementara hal ini benar untuk beberapa hal, tapi itu menjadi tidak benar untuk semuanya. Memang benar pola Fast Phobia Cure dapat mempersingkat waktu untuk penyembuhan fobia dari enam bulan menjadi sepuluh menit. Tapi disitulah letak masalahnya. Masalahnya adalah bahwa setiap masalah tidak berstruktur seperti struktur “stimulus-respon” fobia. Faktanya, sebagian besar masalah tidak seperti itu. Dan oleh karenanya, tidak akan ada “penyembuhan sepuluh menit.”
Banyak Trainer dan praktisi NLP telah melompat pada kesimpulan bahwa karena kita telah menemukan struktur dari satu pengalaman yang memungkinkan kita untuk secara radikal mempersingkat waktu, segala sesuatu di alam manusia adalah seperti ini. Ini adalah pemikiran keliru yang menciptakan delusi (pikiran atau pandangan yang tidak berdasar/rasional atau khayalan). Keadaan dan pengalaman sederhana seperti “stimulus-respon” dapat dilakukan dengan cepat, tetapi tidak begitu halnya dengan keadaan dan pengalaman yang kompleks. Tidak akan pernah ada “Penyembuhan Kesehatan dalam Sepuluh Menit “, “Pola Sepuluh Menit Menjadi Kaya”, “Sepuluh Menit untuk Kompetensi Kepemimpinan”. Keadaan dan pengalaman yang kompleks memerlukan waktu, belajar, latihan, perlu berlatih fokus dalam jangka panjang.
Akhirnya
Mampukah kita meningkatkan kualitas NLP di seluruh dunia? Saya percaya kita mampu dan sudah keharusan! Namun itu tidak akan terjadi dengan cepat atau mudah. Ini perlu upaya bersama dari massa praktisi NLP yang kritis untuk mengubah air pasang dan menurunkan citra negatif tentang NLP yang berlebihan. Banyak yang sudah melakukan sesuatu - kita perlu lebih banyak lagi untuk mewujudkan visi ini dan bergabung dalam upaya ini. Bersama-sama kita dapat melakukannya lebih baik daripada terpisah atau sendirian.
1L. Michael Hall, (2008). Self-Actualization Psychology. Neuro-Semantics Publications
2Ericsson, Charness, Feltovich, Hoffman, (2006). The Cambridge Handbook of Expertise and Expert Performance. NY : Cambridge University Press.