Sekali lagi Novi memandangi diri nya di depan cermin. Lalu mata nya menatap poster Britney Spears yang sedang tertawa.
“Aku harus bisa! Aku ngak mau punya badan seperti ini selamanya. Aku mau kurus!” Teriaknya.
Tok! Tok! Tok!
“Vi…! Novi! Kamu kenapa?” Seru mamanya dari luar kamar.
Novi tersadar, rupanya mamanya mendengar teriakannya. Buru-buru dia menghampiri pintu kamar dan membukanya.
“Oh, ngak ada apa-apa kok, Ma. Novi cuma lagi latihan baca naskah drama buat pentas seni di sekolah,” katanya.
“O ya, kapan pentasnya? Wah, Mama boleh nonton saat kamu pentas, dong!” kata mamanya bersemangat. Novi kebingungan. Dia tidak menyangka alasannya tadi Justru menjadi bumerang bagi diri nya.” Novi Juga nggak tahu kok, Ma. Acaranya nggak Jelas,” jawab nya pendek sambil mengangkat bahu.
“Lho, gimana sih! Tadi kamu bilang mau pentas seni, masa nggak Jelas Jadwal rencananya?”
“Ya, itu kan baru rencana, Ma. Novi latihan baca naskah hanya untuk persiapan kalau-kalau ada pentas seni di sekolah, kok,” ucap Novi.
“Oh… Jadi baru rencana. Kirain Mama sudah mau dipentaskan,” kata mamanya. “Ya sudah,
... baca selengkapnya di Inner Beauty Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
18 Oktober 2015
Inner Beauty
27 September 2015
Kau Tetap Sahabatku
“BERUBAH” itulah kata-kata yang tepat untuk kamu sekarang.
Aku melihat ke arah dua cewek yang sedang jalan menuju ke kelas, lebih tepatnya ke seorang cewek yang sedang tertawa sambil melihat ke arah sahabat barunya. Dulu dia adalah sahabatku tapi semenjak dia mempunyai teman baru. Bukan, lebih tebatnya ‘sahabat baru’nya sifatnya berbeda, tak seperti dulu.
Entahlah yang jelas persahabatan kami hancur karena dia mulai mendapatkan sahabat barunya. Padahal dia adalah sahabat pertama bagiku. Mungkin teman barunya lebih bisa diandalkan dibanding dengan diriku. Aku tau, aku tak semenarik teman barunya. Tapi mengapa dia melupakanku? Aku tak pernah sama sekali melupakan dia, andaikan dia tau bahwa aku disini masih sangat berharap bahwa hubungan persahabatan ini kembali seperti dulu.
Aku teringat saat pertama kali bertemu dengannya di kantin. Dia menyapaku lebih dulu.
“Hai, aku Amalia.” Ia memperkenalkan dirinya, dan tangannya terulur di hadapanku.
“Hai juga, aku aisyah” aku berkata sambil tersenyum melihatnya.
Sampai akhirnya kami berbincang-bincang di kantin dan tak teras
... baca selengkapnya di Kau Tetap Sahabatku Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
